Tampilkan postingan dengan label penyakit kulit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit kulit. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

kutu air

Cara Mengobati Kutu Air Jenis-jenis Nama Kutu Air – rasa gatal dan perih akibat jamur kutu air bisa menyebar kemana-mana karena kutu air tidak hanya menyerang jari dan telapak kaki. Jamur kutu air bisa sampai ke kulit kepala. Jadi kalo kamu mengalami gatal-gatal di kepala belum tentu karena kutu rambut atau ketombe tapi bisa saja karena jamur kutu air sudah nangkring dan duduk manis di kulit kepalamu [mengerikan..] Sebelum dilanjutkan, biar ngga bingung, baca dulu pengertian kutu air. Jamur penyebab kutu air namanya trichophyton rubum atau disebut juga tinea. Kutu air yang nempel di kuku kaki dan tangan namanya tinea ungium. Jamur kutu air yang bersarang di kulit kepala dan memamah biak dengan indahnya bernama tinea capitis. Sedangkan kutu air yang bersarang di lengan namanya vitilogo. Oleh sebab itu kutu air dalam bahasa medisnya disebut tinea pedis [nyambung ngga sih?] Cara mengobati kutu air mudah saja, cukup dioleskan salep anti jamur kutu air. Ada banyak di pasaran misalnya daktarin atau sebagainya. Gunakan sesering mungkin sesuai aturan yang dianjurkan biasanya dalam dua minggu rasa gatalnya akan berkurang. Namun, walaupun sudah berkurang lebih baik terus memakai salep anti jamur supaya akar jamurnya bisa tercabut. Hentikan pemakaian kalau kamu sudah benar-benar tidak merasa gatal lagi. Kalau penyakit kutu air sudah dalam tahap yang parah dianjurkan untuk minum obat anti jamur dan jaga kebersihan tubuh khususnya pada bagian yang lembab. Jika di daerah tempat tinggalmu ada yang terkena kutu air jangan berani-berani memakai sendal yang sudah bekas dipakai si penderita. Sebab jamur kutu air yang menempel pada sendal tersebut dapat dengan mudah pindak ke telapak kakimu. Buat yang seneng mandi rame-rame seperti sauna misalnya berhati-hatilah mungkin saja salah satu dari mereka ada yang terkena kutu air. Jamur kutu air akan mudah nempel di kulitmu jika kamu deket dengan orang yang menderita kutu air. Satu lagi nih buat yang hobby berenang juga kudu hati-hati. Kamu tidak akan tau apakah dari sekian banyak orang yang berenang bersamamu ada yang terkena kutu air. Jadi sebaiknya gunakan alas kaki pada saat berjalan di tepian kolam. Sebab jamur kutu air akan mudah mengelupas dari sel tanduk dan jatuh berceceran di mana-mana. Nah kalau sampai keinjek kakimu maka tidak diragukan lagi kamu akan menjadi calon penderita kutu air yang selanjutnya. Jangan sampai acara renangmu berakhir dengan garuk menggaruknya

kutu air

Kulit Gatal, Awas Serangan Skabies
Oleh Pande Made Wisnu Tirtayasa, S.Ked 
APAKAH Anda sering terbangun di malam hari karena merasakan gatal pada bagian tubuh? Apakah Anda menemukan benjolan kecil pada sela-sela jari, pinggang, belakang siku, lutut, atau pantat? Bila ya, kemungkinan Anda terkena penyakit skabies yang disebabkan oleh sejenis kutu pada kulit. Awas, bisa jadi si kutu kulit ini sedang asyik menggali terowongan di bawah kulit Anda dan menimbun telurnya di sana.
------------

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis kutu (mite). Ukuran kutu sangat kecil, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Penyakit ini sering disebut kutu badan dan dapat menular dari manusia ke manusia secara langsung ataupun tidak.
Skabies disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei varian hominis dan dapat melewati seluruh siklus hidupnya pada tubuh manusia. Kutu ini berbentuk bundar dan memiliki empat pasang kaki. Dua pasang kaki di bagian depan menonjol ke depan melewati batas badan dan dua pasang kaki di bagian belakang tidak melewati batas badan.
Kutu betina berukuran kira-kira 350 mikron (0,35 mm), sedangkan kutu jantan berukuran lebih kecil yaitu setengah dari ukuran kutu betina. Kutu jantan membuahi kutu betina pada kulit manusia dan kemudian kutu jantan ini akan mati. Kutu betina yang berada di lapisan kulit bagian stratum corneum dan stratum lucidum (lapisan kulit epidermis terluar) membuat terowongan ke dalam lapisan kulit dengan menggunakan enzim proteolylic yaitu enzim yang dapat menghancurkan lapisan luar kulit.
Di dalam terowongan inilah kutu betina bertelur sampai mencapai jumlah 40-50 dan dalam waktu kira-kira 3-5 hari. Telur itu menetas menjadi hypopi yaitu kutu muda dengan tiga pasang kaki. Setelah telur menetas, sekitar 90% kutu akan mati, tetapi yang hidup akan terus melewati berbagai macam fase kehidupan dan akan menjadi dewasa dalam waktu kira-kira dua minggu. Kutu betina dewasa yang tidak pernah meninggalkan terowongannya akan mati setelah 1-2 bulan.
Gejala Penyakit
Gejala penyakit skabies pada kulit adalah warna merah, iritasi, gelembung berair, dan gatal, khususnya pada malam hari. Juga ditemukan garis halus berwarna kemerahan yang umumnya muncul di bagian kulit yang tipis seperti sela-sela jari tangan dan kaki, siku, selangkangan dan sekitar kelamin, lipatan paha, perut bagian bawah, pantat, dan pinggang.
Kutu yang menginfeksi kulit biasanya sekitar 5-15 kutu. Pada bulan pertama gejala jarang terlihat. Gelaja baru terlihat sebulan setelah infeksi berupa reaksi hipersensitivitas (suatu reaksi alergi) terhadap kutu, telur, dan scybala (kotoran dari kutu) yang akan menyebabkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit. Hal ini dapat menyebabkan seseorang tidak merasa menderita skabies pada bulan pertama dan bisa jadi dalam jangka waktu itu ia sudah menularkannya kepada orang lain yang selalu kontak secara dekat dengannya.
Seseorang dengan sistem imun yang rendah dan pada orang tua dapat berisiko tinggi untuk terkena penyakit skabies yang lebih parah yang disebut dengan Crusted Scabies. Penderita dengan sistem imun yang rendah tidak akan menghasilkan antibodi terhadap kutu skabies sehingga kulit penderita akan terlihat berwarna sangat merah khususnya pada orang tua dimana akan terlihat kerak (seperti kerak bekas luka) berwarna putih atau keabuan dengan sedikit rasa gatal dan populasi kutu akan meningkat menjadi ratuan bahkan ribuan.

gatal-gatal


GATAL-gatal merupakan salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat. Itu terbukti, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, gatal-gatal masuk dalam kelompok lima besar penyakit yang banyak diderita pasien yang berobat di puskesmas. Meski sering dianggap remeh, namun gatal-gatal jika dibiarkan bisa menyebabkan infeksi sekunder pada kulit.
Menurut dr Cici Lia Novita, gatal-gatal merupakan penyakit umum yang banyak diderita masyarakat. Apalagi, di musim hujan saat ini. Biasanya, gatal-gatal ini dibedakan berdasarkan penyebabnya. “Karena penanganan penyakit gatal-gatal ini berbeda, tergantung penyebabnya apa,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Tanjung Pinang, kemarin.
Ia menjelaskan, gatal-gatal dibagi dalam kelompok berdasarkan penyebabnya, ada yang disebabkan alergi, ada karena bakteri, jamur, virus dan parasit. Melihat bentuk gatal-gatal pada kulit, biasanya bisa langsung diketahui penyebabnya. “Sekilas dari bentuknya, langsung bisa diketahui,” terang alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gajahmada ini.
Jika penyebabnya alergi, maka dengan menghentikan dan menghindari benda alergan, maka akan sembuh dengan sendirinya. Kecuali, jika gatal-gatal tersebut terus digaruk sehingga menimbulkan infeksi sekunder. Jika sudah begini, kata dr Cici, maka harus dilakukan pengobatan. “Kalau sudah infeksi, infeksinya yang diobati, kalau pencegahanya, benda alergan harus dijauhi, bisa dingin, panas, debu dan lainnya,” paparnya.
Pada gatal-gatal yang disebabkan bakteri, awalnya biasanya berupa lesi berisi cairan, karena sering digaruk kemudian masuk bakteri sehingga menyebabkan terjadinya koreng. Ciri-cirinya, koreng biasanya ada nanah yang warnanya kehijauan. “Kuku bisa membuat luka dan sering membawa kuman. Kalau menggaruk gunakan saja ujung jari,”ujarnya.
Dalam kondisi yang seperti ini, perawatan yang kurang baik, misalnya terus digaruk sehingga carian tumpah ke daerah kulit lainnya, maka akan menyebar ke daerah kulit lainnya. “Sehingga jadinya tambah banyak, maka disarankan untuk tidak dipecahkan, jika ia pecah sendiri, sebaiknya dibersihkan. Karena jika tidak, bisa nyebar dan tumbuh nanah baru lagi,” terangnya.
Sementara itu, jika penyebabnya jamur, letaknya biasanya berada di daerah lipatan kulit seperti paha, tangan, perut, dan daerah kulitnya. Biasanya, jika disebabkan jamur, rasa gatal lebih terasa dan sulit tertahankan. “Di antara yang paling gatal biasanya karena jamur,” ujarnya.
Bentuknya sendiri, kata dr Cici, adalah kemerahan pada kulit, basah. Karena efeknya yang sangat gatal sehingga penderita sulit untuk menahan untuk tidak menggaruknya sehingga sering menimbulkan infeksi sekunder.
Adapun kelainan kulit yang disebabkan jamur seperti panu, kadas, kurap dan merah bulat. Mengenai pengobatannya, biasanya hanya diberikan obat antigatal dan antijamur. Bisa dalam bentuk salep maupun oral. “Jika belum infeksi, cukup dengan salep akan sembuh dan terus menjaga kebersihan kulit,” ujarnya.
Ada juga gatal-gatal yang disebabkan virus. Masuknya virus ke dalam tubuh dikarenakan daya tahan tubuh menurun. Bentuknya sendiri berupa bintik berisi cairan tapi bening. Biasanya tidak terlalu menimbulkan rasa gatal, tapi pedih. Misalnya sakit cacar dan herpes.