Rabu, 09 Mei 2012

kesehatan reproduksi wanita

reproduksi adalah sebuah proses biologis dimana individu organisme baru diproduksi. Reproduksi merupakan cara paling dasar untuk mempertahankan diri yang dilakukan oleh semua bentuk kehidupan.
 Berdasarkan dari hasil konferensi Wanita sedunia yang ke IV yang di adakan di Beijing pada tahun 1995 serta Koperensi Kependudukan dan Pembangunan yang di adakan di Cairo pada tahun 1994 sudah disepakati mengenai hak-hak reproduksi tersebut. Dalam hal ini disimpulkan bahwa terdapat empat hal
pokok dalam reproduksi wanita yaitu :

  1. Kesehatan reproduksi dan seksual (reproductive and sexual health)
  2. Penentuan dalam keputusan reproduksi (reproductive decision making)
  3. Kesetaraan pria dan wanita (equality and equity for men and women)
  4. Keamanan reproduksi dan seksual (sexual and reproductive security)

Untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita di anjurkan untuk mengganti celana dalam minimal satu hari sekali. Serta menjaga kebersihkan miss. V dan terhindar dari kelembabpan. Perlu diketahui juga, sebaiknya wanita menghindari penggunaan celana yang kelewat ketat seperti celana legging atau  jeans. Seperti yang pernah di ulas sebelumnya penggunaan celana ketat dapat mengganggu kesehatan organ reprduksi dalam jangka waktu lama.

Senin, 07 Mei 2012

pencegahan hiv aids

  • PENCEGAHAN AIDS :Pada prinsipnya, pencegahan dapat dilakukan dengan cara mencegah penularan virus AIDS. Karena penularan AIDS terbanyak adalah melalui hubungan seksual maka penularan AIDS bisa dicegah dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual. Pencegahan lain adalah melalui pencegahan kontak darah, misalnya pencegahan penggunaan jarum suntik yang diulang, pengidap virus tidak boleh menjadi donor darah.Secara ringkas, pencegahan dapat dilakukan dengan formula A-B-C. A adalah abstinensia, artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum menikah. B adalah be faithful, artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja. C adalah condom, artinya jika memang cara A dan B tidak bisa dipatuhi maka harus digunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom.
  • PREDIKSI YANG AKAN DATANG : Tahun 2000, diperkirakan jumlah kasus HIV/AIDS akan meningkat menjadi 30-40 juta orang dan pertambahan kasus baru terbanyak akan ditemukan di Asia Selatan dan Tenggara.Di negara industri telah terlihat penurunan jumlah kasus baru (insidens) per tahun. Di Amerika Serikat, telah turun dari 100.000 kasus baru/tahun menjadi 40.000 kasus baru/tahun. Pola serupa juga terlihat di Eropa Utara, Australia dan Selandia Baru.Penurunan kasus baru berkait dengan tingkat pemakaian kondom, berkurangnya jumlah pasangan seks dan memasyarakatnya pendidikan seks untuk remaja.
    Penurunan infeksi HIV juga terjadi sebagai dampak membaiknya diagnosa dini dan pengobatan yang adekwat untuk penyakit menular seksual (PMS). Di Tanzania, daerah yang pelayanan PMSnya berjalan baik mempunyai insidens HIV yang 40% lebih rendah. Penelitian di Pantai Gading, Afrika memperlihatkan bahwa pengobatan PMS juga mengurangi viral load sehingga mengurangi infectivity
    • TAHAPAN PANDEMI AIDS :Pada awalnya dimulai dengan penularan pada kelompok homoseksual (gay). Karena diantara kelompok homoseksual juga ada yang biseksual, maka infeksi melebar ke kelompok heteroseksual yang sering berganti-ganti pasangan.Pada tahap kedua, infeksi mulai meluas pada kelompok pelacur dan pelanggannya.Pada tahap ketiga, berkembang penularan pada isteri dari pelanggan pelacur.
      Pada tahap ke empat mulai meningkat penularan pada bayi dan anak dari ibu yang mengidap HIV.
    • KERENTANAN WANITA PADA INFEKSI HIV :Wanita lebih rentan terhadap penularan HIV akibat faktor anatomis-biologis dan faktor sosiologis-gender.Kondisi anatomis-biologis wanita menyebabkan struktur panggul wanita dalam posisi “menampung”, dan alat reproduksi wanita sifatnya “masuk kedalam” dibandingkan pria yang sifatnya “menonjol keluar”. Keadaan ini menyebabkan mudahnya terjadi infeksi khronik tanpa diketahui oleh ybs. Adanya infeksi khronik akan memudahkan masuknya virus HIV.Mukosa (lapisan dalam) alat reproduksi wanita juga sangat halus dan mudah mengalami perlukaan pada proses hubungan seksual. Perlukaan ini juga memudahkan terjadinya infeksi virus HIV.
      Faktor sosiologis-gender berkaitan dengan rendahnya status sosial wanita (pendidikan, ekonomi, ketrampilan). Akibatnya kaum wanita dalam keadaan rawan yang menyebabkan terjadinya pelcehan dan penggunaan kekerasan seksual, dan akhirnya terjerumus kedalam pelacuran sebagai strategi survival.
      Kasus di Ghana dalam pembangunan Bendung Sungai Volta, menyebabkan ribuan penduduk tergusur dari kampung halamannya. Kaum pria bisa memperoleh kesempatan kerja sebagai buruh dan kemudian menjadi nelayan. Kaum wanita yang hanya terbiasa dengan pekerjaan pertanian akhirnya tersingkir ke kota dan terjerumus pada pekerjaan hiburan dan penyediaan jasa seksual. Akibatnya banyak yang menderita penyakit menular seksual (termasuk HIV) dan meninggal akibat AIDS.
      Di Thailand Utara, akibat pembangunan ekonomi dan industri yang berkembang pesat menyebabkan lahan pertanian berkurang dan wanita tergusur dari pekerjaan tradisionalnya di bidang pertanian. Sebagian besar kemudian migrasi ke kota-kota besar dan menjadi pekerja seks dan akhirnya tertular oleh HIV.
    • SITUASI HIV/AIDS DI INDONESIA :Sampai dengan bulan September 1996, jumlah kasus HIV/AIDS mencapai 449 orang, dengan kelompok umur terbanyak pada usia 20-29 tahun (47%) dan kelompok wanita sebanyak 27%. Kelompok usia produktif (15-49 tahun) mencapai 87%. Dilihat dari lokasi, kasus terbanyak ditemukan di DKI Jakarta, Irian Jaya dan Riau.Jumlah kasus yang tercatat diatas adalah menurut catatan resmi yang jauh lebih rendah dari kenyataan sesungguhnya akibat keterbatasan dari sistem surveilance perangkat kesehatan kita.Permasalahan HIV/AIDS di banyak negara memang memperlihatkan fenomena gunung es, dimana yang tampak memang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah sesungguhnya.
      Upaya penanggulangan AIDS di Indonesia masih banyak ditujukan kepada kelompok-kelompok seperti para pekerja seks dan waria, meskipun juga sudah digalakkan upaya yang ditujukan pada masyarakat umum, seperti kaum ibu, mahasiswa dan remaja sekolah lanjutan. Yang masih belum digarap secara memadai adalah kelompok pekerja di perusahaan yang merupakan kelompok usia produktif.
      Proyeksi perkembangan kasus HIV/AIDS di Indonesia diperkirakan akan menembus angka 1 juta kasus pada tahun 2005, dan sesuai pola epidemiologis yang ada maka jumlah kasus terbanyak akan ada pada kelompok usia produktif (patut diingat bahwa pada tahun 2003 Indonesia akan memasuki pasar bebas APEC dan membutuhkan SDM yang tangguh untuk bersaing di pasar global).

izumio bagi penderita hiv iads

Penanganan dan Pengobatan Penyakit AIDS
Kendatipun dari berbagai negara terus melakukan researchnya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian.

IZUMIO UNTUK PENDERITA AIDS (HIV) 
IZUMIO efektif dalam proses penyembuhan berbagai penyakit yang sangat susah disembuhkan dengan obat kimia, seperti misalnya : AIDS, Diabetes, Alergi, Infeksi Penyakit Kulit, Penyakit Pernafasan, Gangguan Pencernaan, Penyakit Syaraf, Osteoarthritis, dll
Fungsi Utama HIDROGEN adalah sebagai anti penuaan & untuk membuang sel nekrotik dari dalam tubuh, (hal tersebut membuat tubuh menjadi lebioh sehat, panjang umur & awet muda)
Atom Hidrogen adalah atom terkecil di dunia, gelaspun tidak dapat menahan pelepasan atom HIDROGEN. hal inilah yang menyebabkan Atom Hidrogen dapat menembus inti sel pada DNA sehingga mampu memperbaiki kerusakan sel sampai pada level DNA.
HIDROGEN yang ada pada IZUMIO sangat penting untuk pencegahan penyakit degeneratif, modern & kanker
IZUMIO :
  • AIR BERHIDROGEN TINGGI (2.000.000ppt)
  • Oxidation Reduction Potential : -500 ~ -700mV (During Packaging) P
  • MENETRALISIR RADIKAL BEBAS

Hasil Riset Uji Klinis Dokter
Di RS South America Montevidoe General Hospital, Menunjukkan perkembangan luar biasa pada pasien yang rutin mengkonsumsi 2-3 liter air ber-hidrogen 250ppt setiap harinya. Air Ber- Hidrogen 250ppt diambil dari sumber air alam TLACOTE – MEXICO

Berikut data penyakit & tingkat perbaikan kondisi pasien :
AIDS ==>100%
ALERGI ==>99%
KULIT ==> 96%
PENYAKIT PERNAFASAN ==>89%
PENYAKIT ORGAN PENCERNAAN ==>91%
PENYAKIT SISTEM SYARAF ==>59%
OSTEOARTHRITIS ==>87%
DIABETES ==>88%
(JUMLAH TOTAL PASIEN 3,673 ORANG / USIA 14 – 81 TAHUN)

IZUMIO MEMILIKI KANDUNGAN HIDROGEN TERTINGGI DENGAN KERAPATAN 2.000.000ppt, JAUH LEBIH BESAR & LEBIH BERKHASIAT DIBANDING AIR DARI SUMBER TLACOTE – MEXICO

Manfaat Utama IZUMIO :
• Detoksifikasi seluruh tubuh
• Memperlambat kerusakan tubuh akibat radikal bebas
• Membantu mengurangi selulit dan keriput
• Meningkatkan memori otak
• Menstabilkan kesehatan dan mendukung penyembuhan
• Meremajakan kulit
• Membantu menyembuhkan borok dan luka
• Menebalkan dan menguatkan rambut
• Membantu mengurangi tekanan darah
• Membantu menurunkan kadar kolesterol
• Mengurangi alergi dan asma
• Membantu meningkatkan sirkulasi darah
• Membantu menurunkan kadar lemak jenuh
• Menyeimbangkan pH tubuh
• Mengatasi sembelit dan diare kronis
• Menyeimbangkan kadar gula penderita diabetes mellitus
• Membantu mengeluarkan logam berat dari dalam tubuh
• Membantu penyerapan suplemen
Mengapa Kita Membutuhkan IZUMIO ?
 
• Karena dari 15 liter udara yang kita hirup sehari, 11 liter berubah menjadi radikal bebas
• Karena 2 % zat sisa dalam tubuh setelah pembakaran berubah menjadi radikal bebas
• Radikal bebas adalah penyebab utama penyakit masyarakat saat ini, bahkan termasuk penyakit kanker
• Radikal bebas secara serampangan akan mencari target dalam tubuh lalu memaksa diri bergabung dengan target di sekitaran sel
• Radikal bebas merusak ikatan sel asli (termasuk rantai DNA) dan membunuh sel
• Hidrogen aktif dalam IZUMIO mempengaruhi radikal bebas dan mengubahnya menjadi zat tak berbahaya bahkan menjaga sel
• IZUMIO mengandung hidrogen aktif tertinggi di dunia; 2.000.000 ppt
• Potensi Reduksi Oksidasi IZUMIO sangat tinggi; -500 ~ -700 mV

MANFAAT LAIN :
- Mengatasi Luka Gangren & Alergi
- Mengatasi Kebotakan
- Menghilangkan Keriput Wajah Dalam Hitungan Hari
- Mempercepat Detoksifikasi
- Mengatasi Gangguan Mata
 

pengobatan hiv aids

 Pengobatan HIV -AIDS pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis ,Psikologis dan
        Aspek Sosial.

        Aspek Medis meliputi :
        
           1.   Pengobatan Suportif.

           2.   Pencegahan dan pengobatan infeksi Oportunistik.

           3.   Pengobatan Antiretroviral.

        
        Suportif

        Penilaian gizi penderita sangat perlu dilakukan dari awal sehingga tidak terjadi hal hal yang
        berlebihan dalam pemberian nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi yang dapat menyebab
        kan perburukan keadaan penderita dengan cepat.
        Penyajian makanan hendaknya bervariatif sehingga penderita dapat tetap berselera makan
        Bila nafsu makan penderita sangat menurun dapat dipertimbangkan pemakaian obat
        Anabolik Steroid.
 Pengobatan HIV -AIDS pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis ,Psikologis dan
        Aspek Sosial.

        Aspek Medis meliputi :
        
           1.   Pengobatan Suportif.

           2.   Pencegahan dan pengobatan infeksi Oportunistik.

           3.   Pengobatan Antiretroviral.

        
        Suportif

        Penilaian gizi penderita sangat perlu dilakukan dari awal sehingga tidak terjadi hal hal yang
        berlebihan dalam pemberian nutrisi atau terjadi kekurangan nutrisi yang dapat menyebab
        kan perburukan keadaan penderita dengan cepat.
        Penyajian makanan hendaknya bervariatif sehingga penderita dapat tetap berselera makan
        Bila nafsu makan penderita sangat menurun dapat dipertimbangkan pemakaian obat
        Anabolik Steroid.
Proses Penyedian makanan sangat perlu diperhatikan.
agar pada saat proses tidak terjadi penularan yang fatal tan
pa kita sadari.
Seperti misalnya pemakaian alat-alat memasak, pisau untuk memotong daging tidak boleh digunakan untuk mengupas buah, hal ini di maksudkan untuk mencegah ter
jadinya penularan Toksoplasma.
begitu juga sebaliknya untuk mencegah penularan jamur.

        
        Pencegahan infeksi oportunistik

        Meliputi penyakit infeksi Oportunistik yang sering terdapat pada penderita infeksi HIV
        dan AIDS.

        1.   Tuberkulosis
              Sejak epidemi AIDS maka kasus TBC meningkat kembali.
              Dosis INH 300 mg setiap hari dengan vit B6 50 mg paling tidak untuk masa
              satu tahun.

        2.   Toksoplasmosis
              Sangat perlu diperhatikan makanan yang kurang masak terutama daging yang
              kurang matang.
              Obat :  TMP-SMX  1 dosis/hari.

        3.   CMV
              Virus ini dapat menyebabkan Retinitis dan dapat menimbulkan kebutaan,
              Ensefalitis, Pnemonitis pada paru, infeksi saluran cernak yang dapat menyebab
              kan luka pada usus.
              Obat  :  Gansiklovir kapsul 1 gram tiga kali sehari.

        4.   Jamur
              jamur yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS adalah jamur Kandida.
              Obat  :  Nistatin  500.000 u per hari
                          Flukonazol 100 mg per hari.

hiv aids

HIV merupakan singkatan dari ’human immunodeficiency virus’. HIV merupakan retrovirus yang menjangkiti sel-sel sistem kekebalan tubuh manusia (terutama CD4 positive T-sel dan macrophages– komponen-komponen utama sistem kekebalan sel), dan menghancurkan atau mengganggu fungsinya. Infeksi virus ini mengakibatkan terjadinya penurunan sistem kekebalan yang terus-menerus, yang akan mengakibatkan defisiensi kekebalan tubuh.
Sistem kekebalan dianggap defisien ketika sistem tersebut tidak dapat lagi menjalankan fungsinya memerangi infeksi dan penyakit- penyakit. Orang yang kekebalan tubuhnya defisien (Immunodeficient) menjadi lebih rentan terhadap berbagai ragam infeksi, yang sebagian besar jarang menjangkiti orang yang tidak mengalami defisiensi kekebalan. Penyakit-penyakit yang berkaitan dengan defisiensi kekebalan yang parah dikenal sebagai “infeksi oportunistik” karena infeksi-infeksi tersebut memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Apakah AIDS?
AIDS adalah singkatan dari ‘acquired immunodeficiency syndrome’ dan menggambarkan berbagai gejala dan infeksi yang terkait dengan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Infeksi HIV telah ditahbiskan sebagai penyebab AIDS. Tingkat HIV dalam tubuh dan timbulnya berbagai infeksi tertentu merupakan indikator bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.
Apakah gejala-gejala HIV?
Sebagian besar orang yang terinfeksi HIV tidak menyadarinya karena tidak ada gejala yang tampak segera setelah terjadi infeksi awal. Beberapa orang mengalami gangguan kelenjar yang menimbulkan efek seperti deman (disertai panas tinggi, gatal-gatal, nyeri sendi, dan pembengkakan pada limpa), yang dapat terjadi pada saat seroconversion. Seroconversion adalah pembentukan antibodi akibat HIV yang biasanya terjadi antara enam minggu dan tiga bulan setelah terjadinya infeksi.
Kendatipun infeksi HIV tidak disertai gejala awal, seseorang yang terinfeksi HIV sangat mudah menularkan virus tersebut kepada orang lain. Satu-satunya cara untuk menentukan apakah HIV ada di dalam tubuh seseorang adalah melalui tes HIV.
Infeksi HIV menyebabkan penurunan dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Hal ini menyebabkan tubuh rentan terhadap infeksi penyakit dan dapat menyebabkan berkembangnya AIDS.
Kapankah seorang terkena AIDS?
Istilah AIDS dipergunakan untuk tahap- tahap infeksi HIV yang paling lanjut.
Sebagian besar orang yang terkena HIV, bila tidak mendapat pengobatan, akan menunjukkan tanda-tanda AIDS dalam waktu 8-10 tahun. AIDS diidentifikasi berdasarkan beberapa infeksi tertentu, yang dikelompokkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) sebagai berikut:
  • Tahap I penyakit HIV tidak menunjukkan gejala apapun dan tidak dikategorikan sebagai AIDS.
  • Tahap II (meliputi manifestasi mucocutaneous minor dan infeksi-infeksi saluran pernafasan bagian atas yang tak sembuh- sembuh)
  • Tahap III (meliputi diare kronis yang tidak jelas penyebabnya yang berlangsung lebih dari satu bulan, infeksi bakteri yang parah, dan TBC paru-paru), atau
  • Tahap IV (meliputi Toksoplasmosis pada otak, Kandidiasis pada saluran tenggorokan (oesophagus), saluran pernafasan (trachea), batang saluran paru-paru (bronchi) atau paru-paru dan Sarkoma Kaposi). Penyakit HIV digunakan sebagai indikator AIDS.
Sebagian besar keadaan ini merupakan infeksi oportunistik yang apabila diderita oleh orang yang sehat, dapat diobati.
Seberapa cepat HIV bisa berkembang menjadi AIDS?
Lamanya dapat bervariasi dari satu individu dengan individu yang lain. Dengan gaya hidup sehat, jarak waktu antara infeksi HIV dan menjadi sakit karena AIDS dapat berkisar antara 10-15 tahun, kadang-kadang bahkan lebih lama. Terapi antiretroviral dapat memperlambat perkembangan AIDS dengan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam tubuh yang terinfeksi.

kutu air

Cara Mengobati Kutu Air Jenis-jenis Nama Kutu Air – rasa gatal dan perih akibat jamur kutu air bisa menyebar kemana-mana karena kutu air tidak hanya menyerang jari dan telapak kaki. Jamur kutu air bisa sampai ke kulit kepala. Jadi kalo kamu mengalami gatal-gatal di kepala belum tentu karena kutu rambut atau ketombe tapi bisa saja karena jamur kutu air sudah nangkring dan duduk manis di kulit kepalamu [mengerikan..] Sebelum dilanjutkan, biar ngga bingung, baca dulu pengertian kutu air. Jamur penyebab kutu air namanya trichophyton rubum atau disebut juga tinea. Kutu air yang nempel di kuku kaki dan tangan namanya tinea ungium. Jamur kutu air yang bersarang di kulit kepala dan memamah biak dengan indahnya bernama tinea capitis. Sedangkan kutu air yang bersarang di lengan namanya vitilogo. Oleh sebab itu kutu air dalam bahasa medisnya disebut tinea pedis [nyambung ngga sih?] Cara mengobati kutu air mudah saja, cukup dioleskan salep anti jamur kutu air. Ada banyak di pasaran misalnya daktarin atau sebagainya. Gunakan sesering mungkin sesuai aturan yang dianjurkan biasanya dalam dua minggu rasa gatalnya akan berkurang. Namun, walaupun sudah berkurang lebih baik terus memakai salep anti jamur supaya akar jamurnya bisa tercabut. Hentikan pemakaian kalau kamu sudah benar-benar tidak merasa gatal lagi. Kalau penyakit kutu air sudah dalam tahap yang parah dianjurkan untuk minum obat anti jamur dan jaga kebersihan tubuh khususnya pada bagian yang lembab. Jika di daerah tempat tinggalmu ada yang terkena kutu air jangan berani-berani memakai sendal yang sudah bekas dipakai si penderita. Sebab jamur kutu air yang menempel pada sendal tersebut dapat dengan mudah pindak ke telapak kakimu. Buat yang seneng mandi rame-rame seperti sauna misalnya berhati-hatilah mungkin saja salah satu dari mereka ada yang terkena kutu air. Jamur kutu air akan mudah nempel di kulitmu jika kamu deket dengan orang yang menderita kutu air. Satu lagi nih buat yang hobby berenang juga kudu hati-hati. Kamu tidak akan tau apakah dari sekian banyak orang yang berenang bersamamu ada yang terkena kutu air. Jadi sebaiknya gunakan alas kaki pada saat berjalan di tepian kolam. Sebab jamur kutu air akan mudah mengelupas dari sel tanduk dan jatuh berceceran di mana-mana. Nah kalau sampai keinjek kakimu maka tidak diragukan lagi kamu akan menjadi calon penderita kutu air yang selanjutnya. Jangan sampai acara renangmu berakhir dengan garuk menggaruknya

kutu air

Kulit Gatal, Awas Serangan Skabies
Oleh Pande Made Wisnu Tirtayasa, S.Ked 
APAKAH Anda sering terbangun di malam hari karena merasakan gatal pada bagian tubuh? Apakah Anda menemukan benjolan kecil pada sela-sela jari, pinggang, belakang siku, lutut, atau pantat? Bila ya, kemungkinan Anda terkena penyakit skabies yang disebabkan oleh sejenis kutu pada kulit. Awas, bisa jadi si kutu kulit ini sedang asyik menggali terowongan di bawah kulit Anda dan menimbun telurnya di sana.
------------

Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh sejenis kutu (mite). Ukuran kutu sangat kecil, tidak dapat dilihat dengan mata telanjang dan hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Penyakit ini sering disebut kutu badan dan dapat menular dari manusia ke manusia secara langsung ataupun tidak.
Skabies disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei varian hominis dan dapat melewati seluruh siklus hidupnya pada tubuh manusia. Kutu ini berbentuk bundar dan memiliki empat pasang kaki. Dua pasang kaki di bagian depan menonjol ke depan melewati batas badan dan dua pasang kaki di bagian belakang tidak melewati batas badan.
Kutu betina berukuran kira-kira 350 mikron (0,35 mm), sedangkan kutu jantan berukuran lebih kecil yaitu setengah dari ukuran kutu betina. Kutu jantan membuahi kutu betina pada kulit manusia dan kemudian kutu jantan ini akan mati. Kutu betina yang berada di lapisan kulit bagian stratum corneum dan stratum lucidum (lapisan kulit epidermis terluar) membuat terowongan ke dalam lapisan kulit dengan menggunakan enzim proteolylic yaitu enzim yang dapat menghancurkan lapisan luar kulit.
Di dalam terowongan inilah kutu betina bertelur sampai mencapai jumlah 40-50 dan dalam waktu kira-kira 3-5 hari. Telur itu menetas menjadi hypopi yaitu kutu muda dengan tiga pasang kaki. Setelah telur menetas, sekitar 90% kutu akan mati, tetapi yang hidup akan terus melewati berbagai macam fase kehidupan dan akan menjadi dewasa dalam waktu kira-kira dua minggu. Kutu betina dewasa yang tidak pernah meninggalkan terowongannya akan mati setelah 1-2 bulan.
Gejala Penyakit
Gejala penyakit skabies pada kulit adalah warna merah, iritasi, gelembung berair, dan gatal, khususnya pada malam hari. Juga ditemukan garis halus berwarna kemerahan yang umumnya muncul di bagian kulit yang tipis seperti sela-sela jari tangan dan kaki, siku, selangkangan dan sekitar kelamin, lipatan paha, perut bagian bawah, pantat, dan pinggang.
Kutu yang menginfeksi kulit biasanya sekitar 5-15 kutu. Pada bulan pertama gejala jarang terlihat. Gelaja baru terlihat sebulan setelah infeksi berupa reaksi hipersensitivitas (suatu reaksi alergi) terhadap kutu, telur, dan scybala (kotoran dari kutu) yang akan menyebabkan rasa gatal dan kemerahan pada kulit. Hal ini dapat menyebabkan seseorang tidak merasa menderita skabies pada bulan pertama dan bisa jadi dalam jangka waktu itu ia sudah menularkannya kepada orang lain yang selalu kontak secara dekat dengannya.
Seseorang dengan sistem imun yang rendah dan pada orang tua dapat berisiko tinggi untuk terkena penyakit skabies yang lebih parah yang disebut dengan Crusted Scabies. Penderita dengan sistem imun yang rendah tidak akan menghasilkan antibodi terhadap kutu skabies sehingga kulit penderita akan terlihat berwarna sangat merah khususnya pada orang tua dimana akan terlihat kerak (seperti kerak bekas luka) berwarna putih atau keabuan dengan sedikit rasa gatal dan populasi kutu akan meningkat menjadi ratuan bahkan ribuan.